The World View of Islam

 Haloo semuanyaa... Assalamualaikum Wr. Wb.

Seneng banget kalo lagi nulis di blogger yang bersarang laba-laba ini. Rasanya kayak dateng ke rumah sendiri yang udah lama gak ditempatin, jarang banget berbagi kisah dan emosiii, tapi tetep bikin nyaman. 

Kemarin aku ikut kelas Ustad Akmal Sjafril, beliau seorang Blogger, Aktivis ITS, Kepala Sekolah API Pusat, Aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA). Bahasannya seperti yang tertulis di judul, The World View of Islam. Waktu pertama denger tentang judulnya, jujur gak kebayang, ini bakal bahas apa yaa? The worldview of islam? gimana cara pandang islam tentang dunia? gimana cara muslim liat dunia kali ya?

Nah ternyata dijelasin nih. kayaknya aku bakal bahas poin-poin penting dan seru aja sih di sini. Beberapa poin akan membuatmu tercengang. WKWK

1. Apasih worldview?

  • Worldview kalo kita artiin secara bahasa aja artinya cara pandang manusia terhadap kehidupan. Atleast, kata orang-orang barat ini cara pandang tentang kehidupan dunia. Tapi, bagi orang islam, pandangan hidup gak hanya tentang dunia, tapi bagaimana kita juga bisa memandang akhirat dalam memandang.
  • Contohnya gini, setiap manusia bisa membicarakan isu yang sama, tapi cara merespon terhadap suatu hal bisa berbeda-beda. Nah, perbedaan ini diakibatkan adanya perbedaan cara pandang. 
  • Saat berbicara, kata-kata yang kita pilih menggambarkan pemikiran kita. Jika ada seorang murid yang memanggil gurunya dengan sebutan "Dia" maka bisa kita prediksi bahwa cara pandang ia terhadap guru itu tidak sepenting itu. Keren yaa.. jadi di sini kita dituntut untuk berhati-hati, jangan asal bicara, karena apa yang keluar dari mulut kita menggambarkan bagaimana worldview kita.
  • Banyak orang yang menganggap guru itu sebagai fasilitator, tapiii sebenarnya tugas utama seorang guru untuk bukan hanya mengajar apalagi sebagai fasilitator, lebih besar yaitu sebagai teladan dan panutan yang baik bagi murid-muridnya. 
Mempunyai worldview dalam hidup berarti memiliki sifat kritis terhadap semua hal. Misalnya, ketika melihat suatu data tentang negara yang paling bahagia menurut PBB, sebagian besar negara yang disebut namanya menduduki ranking atas adalah negara-negara dari Benua Eropa, seperti Finlandia, Swiss, Denmark dll. Berdasarkan data ini, muncullah sebuah pertanyaan, "kenapa tidak ada Negara Islam di 10 besar itu? Apakah Allah gagal membuat manusia bahagia, Ustadz?" 

Tunggu dulu!

Menjadi kritis artinya menjadi orang yang mau untuk melakukan re-check terhadap data yang kita punya. Melihat dari sisi sebaliknya, negara dengan tingkat depresi dan bunuh diri tertinggi, nama-nama negara yang masuk menjadi top 10 the happiest country itu masuk juga ke dalam negara dengan tingkat bunuh diri terbanyak. "Bukannya seharusnya ini menjadi sesuatu yang berbanding terbalik? kenapa malah berbanding lurus?" Kemudian, apa sebenarnya yang menjadi parameter kebahagiaan yang ditetapkan oleh PBB sehingga mendapatkan nama-nama negara tersebut untuk menjadi top 10 the happiest country in the world? apakah memasukan poin Keharmonisan Keluarga di dalamnya?

Akibat dari salahnya menentukan apa makna kebahagiaan adalah mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Sebenarnya apakah membeli pakaian baru menjadi penyebab bahagianya kita? Ya, mungkin membeli baju baru, pergi ke salon untuk mempercantik diri, bisa membeli barang apapun yang ada di dunia menjadi faktor meningkatnya kebahagiaan, tapii apa itu cukup? 

Kebahagiaan yang sejati ditemukan dalam hati kita. Manusia merupakan makhluk Allah yang meliputi jasad dan ruh. Kebutuhan manusia untuk hidup, sedari kita kecil hanya disebutkan sandang, pangan dan papan, memang ini kebutuhan semua manusia, tapi tidak hanya itu, bukan hanya keperluan jasad yang kita perlu penuhi, tapi juga ruh kita. Ada perbedaan sifat dari jasad dan ruh, yang nantinya juga akan berbeda cara untuk memenuhi kebutuhannya.

Sifat Jasad:
1. Jasad dikendalikan oleh ruh, sedangkan ia sendiri tak pernah kenyang
2. Kekuatan jasad akan menurun dan takkan naik lagi
3. Ketika ruh dan jasad terpisah, jasad akan mati dan akhirnya memburuk

Sifat Ruh:
1. Ruh adalah pengendali jasad. Ruh itulah yang mengenali kebagiaan yang hakiki
2. Ruh memiliki potensi untuk bertambah baik atau bijak seiring berjalannya waktu jika kita berusaha
3. Ketika ruh dan jasad terpisah, ruh tetap hidup bahkan akan semakin sadar. 

Jika kita mencari kebahagiaan melalui jasad kita tak akan pernah puas. Lagi pula jika kita hanya mengandalkan jasad, ia akan melemah seiring berjalannya waktu, setiap atlet yang berolahraga, staminanya akan berkurang begitu dia sudah memasuki usia 40 tahun, tidak bisa dilawan, antiklimaks. Sedangkan ruh, ia bisa menjadi semakin baik jika melatihnya terus menerus. 

Woww.. berat banget ga tuh bahasannya pagi-pagi gini?

Oiya, penjelasan tentang pentingnya ruh ini juga digambarkan oleh Allah SWT ketika Allah menciptakan Nabi Adam AS. Allah baru memerintahkan iblis, jin dan malaikat untuk bersujud di hadapan Nabi Adam AS ketika Nabi Adam telah ditiupkan ruh ke dalam jasadnya, bukan ketika sudah terbentuk jasad, tetapi setelah ditiupkan ruh. Ini berarti yang lebih mulia jasad atau ruh?

Bagaimana cara membuat ruh happy? salah satunya dengan cara menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu kebutuhan. Kebutuhan yang sama dengan butuhnya kita untuk makan. Kita gak bisa bilang "gak papa deh gue gak belajar dan jadi orang bodoh." enggak bisa. Ini kebutuhan, loh! Gak akan ada orang yang menjadi gila karna kebanyakan ilmu. Orang itu bisa menjadi gila karena hawa nafsunya. 

Terus, gimana nih caranya supaya punya worldview of islam dalam diri kita?
yaitu dengan mengingat Allah selalu. Menjadikan Allah sebagai sentral dalam kehidupan kita, mendahulukan cara berpikir yang Allah ajarkan dalam Al-Qur'an di setiap aspek konsep hidup.
Contohnya dalam cara berpikir Struktur Konsep Manusia: Tuhan kita adalah tuhan yang menganggap makhluknya mulia. Gimana tuh? Manusia melakukan banyak kesalahan dalam hidup, tapi Allah selalu bisa memaafkan kita, hanya dengan modal mau mengakui kesalahan dan bertaubat (kembali), tidak perlu mencambuk diri sendiri agar diampuni Allah, karna Allah memuliakan manusia. Maka segala hal apapun yang berhubungan dengan manusia harus dilakukan dengan mulia. Mendidik anak dengan mulia, tidak dengan memarahinya atau dengan kekerasan. Menjamu tamu dengan muka yang ramah, berteman dengan baik, berhutang dengan baik. Semuanya dengan mulia. Menurut Allah, manusia adalah makhluk yang bisa merepresentasikan sifat-sifatNya. Pengasih, penyayang, pemaaf, perkasa, jadiii tanya lagi ke dirimu, apa kamu sudah berusaha untuk mewakili Allah SWT saat hidup di dunia?

It's always between you and Allah. 












Comments

Opinion