Berbaik Sangka
Gak ngerti lagi, gimana nasib hidup saya tanpa berbaik sangka padaNya.
Mungkin sudah kepikiran untuk percobaan bunuh diri dari jauh-jauh hari kali, ya?
Ya, mungkin beberapa di antara kalian berpikir, "Lebay banget, sih", "Emang masalah lo apasih?"
Memang mungkin gak seberat masalah kalian, tapi cara orang mengatasi stress berbeda-beda. Saya termasuk orang yang butuh waktu yang cukup banyak untuk mengatasi stres.
Akhir-akhir ini yang menyelamatkan saya dari berpikir berlebihan (overthingking) adalah dengan ber-husnuzhon kepada Allah. Rasanya manis banget, temen-temen. Terus pada anggapan bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya itu atas izin Allah, atas kendali Allah *ya memang begitu sih sebenarnya*.
Gimana sih cara saya berhusnudzon padaNya?
Cara yang saya pakai bener-bener ngasal, sesukanya saya aja. Saya kasih contoh ya, misalnya saya sudah berkali-kali mau mengumpulkan tugas, tapi entah kenapa ada aja cobaannya yang membuat saya tidak mudah dalam mengumpulkannya, entah masalah internet, jenis audio file yang tidak cocok dengan kawan kelompok, merasa tidak paham dengan kosa kata bahasa asing, yang menyita waktu lebih lama untuk mengerjakannya bila dibandingkan dengan bagaimana teman-teman saya mengerjakan tugas. Tapi, saya mencoba berpikir bahwa, disetiap kesulitan, kekhawtiran telat mengumpulkan tugas, sakit hati ketika dimarahi dosen karna salah dalam menerjemahkan kalimat, saya yakin Allah ada, saya yakin itu keputusan Allah, sehingga saya bisa merasakan berbagai emosi yang saya jelaskan sebelumnya, saya yakin ada sesuatu yang Allah rencanakan untuk saya, entah mungkin itu untuk menguatkan mental saya, atau mungkin itulah cara Allah memperingatkan saya supaya lebih teliti lagi dan tidak boleh menganggap enteng tugas yang ada, mungkin itu cara Allah memperingatkan saya atas segala maksiat yang saya perbuat, mungkin itu cara Allah untuk menghapus dosa saya? mungkin itu jawaban dari kalimat istighfar yang saya ucapkan?
Entah apa yang saya rasakan, sedih, bahagia, tenang, marah saya yakin itu kehendak Allah, dan itu cukup untuk mengurangi overthingking saya, yang saya harap malah bisa menghentikan overthingking.
Wallahualam temen-temen
semua kebenaran pasti datang dari Allah dan kekurangan semua datang dari saya.
Wassalamualaikum.
Mungkin sudah kepikiran untuk percobaan bunuh diri dari jauh-jauh hari kali, ya?
Ya, mungkin beberapa di antara kalian berpikir, "Lebay banget, sih", "Emang masalah lo apasih?"
Memang mungkin gak seberat masalah kalian, tapi cara orang mengatasi stress berbeda-beda. Saya termasuk orang yang butuh waktu yang cukup banyak untuk mengatasi stres.
Akhir-akhir ini yang menyelamatkan saya dari berpikir berlebihan (overthingking) adalah dengan ber-husnuzhon kepada Allah. Rasanya manis banget, temen-temen. Terus pada anggapan bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya itu atas izin Allah, atas kendali Allah *ya memang begitu sih sebenarnya*.
Gimana sih cara saya berhusnudzon padaNya?
Cara yang saya pakai bener-bener ngasal, sesukanya saya aja. Saya kasih contoh ya, misalnya saya sudah berkali-kali mau mengumpulkan tugas, tapi entah kenapa ada aja cobaannya yang membuat saya tidak mudah dalam mengumpulkannya, entah masalah internet, jenis audio file yang tidak cocok dengan kawan kelompok, merasa tidak paham dengan kosa kata bahasa asing, yang menyita waktu lebih lama untuk mengerjakannya bila dibandingkan dengan bagaimana teman-teman saya mengerjakan tugas. Tapi, saya mencoba berpikir bahwa, disetiap kesulitan, kekhawtiran telat mengumpulkan tugas, sakit hati ketika dimarahi dosen karna salah dalam menerjemahkan kalimat, saya yakin Allah ada, saya yakin itu keputusan Allah, sehingga saya bisa merasakan berbagai emosi yang saya jelaskan sebelumnya, saya yakin ada sesuatu yang Allah rencanakan untuk saya, entah mungkin itu untuk menguatkan mental saya, atau mungkin itulah cara Allah memperingatkan saya supaya lebih teliti lagi dan tidak boleh menganggap enteng tugas yang ada, mungkin itu cara Allah memperingatkan saya atas segala maksiat yang saya perbuat, mungkin itu cara Allah untuk menghapus dosa saya? mungkin itu jawaban dari kalimat istighfar yang saya ucapkan?
Entah apa yang saya rasakan, sedih, bahagia, tenang, marah saya yakin itu kehendak Allah, dan itu cukup untuk mengurangi overthingking saya, yang saya harap malah bisa menghentikan overthingking.
Wallahualam temen-temen
semua kebenaran pasti datang dari Allah dan kekurangan semua datang dari saya.
Wassalamualaikum.
Comments
Post a Comment